Senin, 16 Desember 2013



Assalamu'alaikum wr.wb

Pada hari kedua pesantren ramadhan di SMK Telkom Sandhy Putra Banjarbaru , kegiatan pertama seperti biasa absen terlebih dahulu kemudian para siswa langsung menuju aula.

Di aula kegiatan tadarus dilanjutkan seperti kemarin sekaligus khataman , dan khataman ini dipimpin langsung oleh Pak Nur Mustofa setelah itu dilanjutkan lagi dengan sholat dhuha berjamaah


Kemudian ada acara lomba nasyid , inilah yang di tunggu-tunggu , perwakilan dari kelas saya dengan grup bernama Mancing Mania 


Kemudian ada lomba tilawah , setelah lomba tilawah ada ceramah sebentar dari Pak Samhudi sambil menunggu waktu sholat zuhur.





Sehabis sholat zuhur tidak seperti kemarin langsung pulang kerumah , hari ini di tambah dengan materi Telkom yang diisi dengan promosi Indischool dari telkom.Setelah selesai baru para siswa di persilahkan pulang kerumah.





Posted on 22.10 by msupiannor

No comments


Assalamu'alaikum wr.wb

Hari ini bertepataan pada tanggal 29 Juli 2013 dan merupakan hari pertama pesantren ramadhan di SMK Telkom Sandhy Putra Banjarbaru

Pertama-tama para siswa harus absen dulu di depan sekolah kemudian pada jam 7.30 mereka menuju aula untuk memulai acara pesantrennya.


Acara pertama untuk pesantren adlah pembukaan dengan membaca basmalah, selanjutnya di lanjutkan dengan sambutan-sambutan.

Kemudian setelah itu dilanjutkan dengan sholat dhuha dan tadarus berjamaah , tadarusnya di bagi berkelompok dan setiap kelompok diwajibkan membaca 1 jus Al-Qur'an.


Selanjutnya ada lomba azan ,lomba puisi dan lomba kaligrafi .


Salah satu peserta lomba puisi

Setelah semua lomba selesai dilanjutkan lagi dengan ceramah agama dari Pak Samhudi , beliau berceramah seputar hikmah Ramadhan.


Hampir di penghujung acara dan waktu sholat zuhur tiba kami semua melaksankan sholat zuhur berjamaah. Selesai sholat dan acara pun selesai, itulah kegiatan untuk hari pertama pesantren Ramadhan di SMK Telkom Sadhy Putra Banjarbaru.


Posted on 20.28 by msupiannor

No comments

Minggu, 04 Agustus 2013

  Sebagian hikmah puasa bisa dilihat dalam firman Allah yang artinya: "Agar kalian bertaqwa". Taqwa adalah buah yang diharapkan dan dihasilkan oleh puasa. Buah tersebut akan menjadi bekal orang beriman dan perisai baginya agar tidak terjatuh dalam jurang kemaksiatan. Seorang ulama sufi pernah berkata tentang pengaruh taqwa bagi kehidupan seorang muslim; “Dengan bertaqwa, para kekasih Allah akan terlindungi dari perbuatan yang tercela, dalam hatinya diliputi rasa takut kepada Allah sehingga senantiasa terjaga dari perbuatan dosa, pada malam hari mengisi waktu dengan kegiatan beribadah, lebih suka menahan kesusahan daripada mencari hiburan, rela merasakan lapar dan haus, merasa dekat dengan ajal sehingga mendorongnya untuk memperbanyak amal kebajikan". Taqwa merupakan kombinasi kebijakan dan pengetahuan, serta gabungan antara perkataan dan perbuatan.

Puasa Ramadhan akan membersihkan rohani kita dengan menanamkan perasaan kesabaran, kasih sayang, pemurah, berkata benar, ikhlas, disiplin, terhindar dari sifat tamak dan rakus, percaya pada diri sendiri dan sebagainya.

Beruntunglah mereka yang dapat berpuasa selama bulan Ramadhan, karena puasa itu bukan saja dapat membersihkan ruhani manusia, tapi juga akan membersihkan jasmani manusia itu sendiri, puasa sebagai alat penyembuh yang baik. Semua alat pada tubuh kita senantiasa digunakan, boleh dikatakan alat-alat itu tidak pernah istirahat selama 24 jam. Alhamdulillah dengan berpuasa kita dapat mengistirahatkan alat pencernaan lebih kurang selama 12 jam setiap harinya. Oleh karena itu dengan berpuasa, organ dalam tubuh kita dapat bekerja dengan lebih teratur dan efektif.

Syukran:)

Posted on 18.32 by msupiannor

No comments

Bulan Ramadhan adalah bulan bertuah, bulan ibadah, bulan mujahadah, bulan rohmah, bulan maghfiroh, bulan al-Qur’an dan bulan Lailatul Qodr. Mari kita manfaat bulan suci yang hanya terjadi setahun sekali ini dengan banyak beribadah, memberi nasehat dan saling memaafkan.


Berbicara tentang Keistimewaan Orang yang Berpuasa Rasulullah Saw. bersabda:
“Sesungguhnya di dalam surga terdapat salah satu pintu yang dinamakan pintu ‘al-Rayan’ yang hanya dimasuki oleh orang-orang yang berpuasa. Ditanyakan (oleh pintu tersebut): ‘Di manakah orang-orang yang berpuasa?’ Maka mereka pun masuk dari pintu tersebut. Setelah semua orang yang berpuasa memasukinya, pintu itu pun ditutup dan tak akan ada lagi yang masuk melaluinya.”
Hal itu merupakan penghormatan dari Allah, Sang Pemelihara Alam kepada orang-orang yang berpuasa. Juga merupakan balasan bagi mereka atas keikhlasan menjalankan ibadah. Telah dimaklumi bahwa Allah akan menanggung pahala orang-orang yang berpuasa, sebagaimana dalam sebuah hadis:
“Puasa untuk-Ku, dan Akulah yang akan membalasnya.”
Pahala dan balasan Allah bagi orang-orang yang berpuasa adalah penuh, besar, dan tiada terhitung. Ada pun masuknya orang-orang yang berpuasa melalui pintu al-Rayyan ini merupakan tambahan pahala dan penghormatan semata.
Benar, surga mempunyai banyak pintu, di antaranya pintu bagi orang-orang yang taat menjalankan salat, pintu bagi orang-orang yang giat berjihad, dan pintu bagi orang-orang yang ikhlas berpuasa yaitu al-Rayyan sebagaimana telah kita bicarakan, dan di antaranya ada pintu khusus bagi orang-orang yang suka bersedekah.


Posted on 17.40 by msupiannor

No comments

Al Quran diturunkan kepada Muhammad Rasulullah SAW selama 23 tahun masa kerasulan beliau. Al Quran di turunkan secara berangsur-angsur kepada Rasulullah SAW dengan perantaraan malaikat Jibril. Malaikat Jibril menurunkan Al Quran ke dalam hati Rasulullah dan beliaupun langsung memahaminya. Hal ini disebutkan dalam Al Quran surat Al Baqarah (2) : 9

قل من كان عدوّا لّجبريل فإنّه نزّله، على قلبك بإذن اللهِ مصدّقا لّما بين يديه وهدى وبشرى للمؤمنين



Katakanlah: “Barang siapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkannya (Al Quran) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman.”

Kemudian Rasulullah SAW mengajarkan Al Quran itu kepada para shahabatnya. Mereka menuliskannya di pelepah daun daun kering, batu, tulang dll. Pada saat itu belum ada kertas seperti zaman modern sekarang ini. Kemudian para shahabat langsung menghafalnya dan mengamalkannya. Demkian Al Qur’an di ajarkan kepada para shahabat-shahabat yang lain. Al Quran difahami dengan menghafal. Bukan dengan sekedar membaca.

Pada saat Rasulullah telah wafat, banyak terjadi peperangan. Dalam peperangan Yamamah misalnya , banyak para sahabat pemghafal Quran yang syahid. Melihat kondisi ini Umarpun meminta Abu bakar sebagai khalifah untuk membuat Mushaf Al Quran. Abu bakar sempat menolak. „ Apakah engkau meminta aku untuk melakukan apa yang Rasulullah tidak lakukan ?” ujar beliau. Tapi dengan gigih Umar bin Khattab menjelaskan urgensinya pembuatan Mushaf bagi kepentingan kaum muslimin di masa yang datang. Akhirnya Abu Bakarpun dapat diyakinkan dan kemudian setuju dengan ide Umar bin Khattab.

Abu Bakarpun lalu meminta Zaid bin Haritsah untuk melakukan tugas ini. Zaid bin Haritsah pun sempat berkata : „ Apakah engkau meminta aku untuk melakukan apa yang Rasulullah tidak lakukan ?”. Tapi akhirnya Zaidpun setuju dan mulai mengumpulkan shahifah-sahhifah yang tersebar di tangan para shahabat yang lain. Batu, daun-daun kering, tulang dll itupun disimpan di rumah Hafsah.

Barulah pada zaman Khalifah Utsman bin Affan, Mushaf Al Quran selesai sebanyak 5 buah. Satu disimpan Utsman dan 4 yang lain disebar ke : Makkah, Syria, Basrah dan Kufah. Jadi pada saat itu para shahabat, tabi’it dan thabi’i tabiin mempelajari al Quran dengan menghafal karena jumlah Mushaf yang sangat sedikit.

Bagaimana dengan kondisi zaman sekarang? Bila kita perhatikan di sekitar kita, diantara teman-teman dan keluarga kita, ada berapa persen diantara mereka yang hafal Al Quran ? Berapa persen yang sedang menghafal Al Quran? Mungkin kita susah memberikan persentase karena dihitung dengan jari-jari tangan kita belum tentu genap semuanya.

Kaum muslimin saat ini masih cukup berpuas diri dengan membaca Mushaf Al Quran dan tidak memahami maknanya. Padahal membaca Al Quran baru langkah awal interaksi Al Quran. Al Quran sebagai petunjuk bagi kita tidak cukup dibaca tapi juga dihafal dan difahami.

Mungkin ada sebagian yang berkata mengapa perlu menghafal ? Tidakkah cukup dengan membaca Mushaf dan membaca tarjemahan ? Ternyata tidak cukup. Dengan menghafal Al Quran ada „rasa” (atau zauk) yang diberikan Allah kepada hati kita. Rasa ini didapat karena ayat-ayat yang dibaca berulang-ulang. Pengulangan kalam-kalam suci itulah yang menjadi „makanan” untuk hati. Dan sesuai dengan ayat di Al Baqarah : 97 diatas, Al Quran itu diturunkan di hati Nabi Muhammad. Bukan di akal fikiran beliau. Artinya Al Quran itu konsumsi/makanan hati bukan sekedar fikiran.

Rasa inilah yang menjadikan kita nikmat mengenal Allah, memahami kehendakNya dan ringan melaksanakan segala perintah dan menjauhi segala laranganNya. „ Rasa „ ini kurang ada juga sedikit ketika kita hanya membaca. Apalagi bila membacanya tidak diiringi dengan pemahaman artinya. Dan membaca tidak diulang-ulang. Efeknya sangat berbeda dengan mengulang-ulangnya.

Kaum muslimin saat ini cukup berpuas diri dengan membaca „buta” Al Quran dan menimba ilmu dari para ustadz, kiai dan pemuka-pemuka agama. Tanpa menghilangkan rasa hormat kepada para penyampai-penyampai risalah agama, kita sebagai hamba Allah, secara individual juga mempunyai kewajiban berusaha memahami Al Quran dari aslinya langsung dari firman-firmanNya.

Jadi intinya Al Qu’an adalah pedoman hidup. Tapi hanya segelintir orang yang hafal dan faham Al Quran. Bagaimana Al Quran bisa menjadi pedoman hidup seorang muslim secara individual bila membaca dan memahaminya secara tuntas saja belum dilakukan ? Dan banyak diantara kaum muslimin yang meninggal dalam keadaan belum pernah membaca dengan tuntas Al Quran.

Posted on 17.35 by msupiannor

No comments

Rabu, 24 Juli 2013

Assalamu'alaikum wr.wb
Welcome to my blog



Nama saya Muhammad Supiannor , biasanya dipanggil ian .Saya berasal dari Barabai atau dikenal juga dengan nama Apam City (Kota Apam).Riwayat pendidikan dari SDN 1 Barabai Timur kemudian lanjut ke MTsn Barabai dan sekarang saya bersekolah di SMK Telkom Sandhy Putra Banjarbaru kelas XI C.
Saya sekarang tinggal di Jl.Taman Trikora 2, Komplek Taman Trikora ,Banjarbaru.
Socmed : Twitter => @ian_Grenn
                Facebook => https://www.facebook.com/ian.grenn
                G+ => msupiannor@gmail.com
Mungkin cukup itu saja ,
Terima kasih :)



Posted on 03.25 by msupiannor

No comments